NYAWA IBU TERANCAM SAAT HAMIL DI LUAR KANDUNGAN

NYAWA IBU TERANCAM SAAT HAMIL DI LUAR KANDUNGAN

Itulah pentingnya segera mengambil tindakan penyelamatan ketika berhadapan dengan masalah ini. Seluruh kehamilan yang terjadi di luar rahim amat berbahaya mengingat tidak ada organ lain yang didesain khusus untuk tumbuh kembang janin. Mau tidak mau, kasus semacam ini biasanya berakhir dengan aborsi. 

Tapi, kenapa seorang wanita mengalami hamil di luar kandungan? Dapatkah hal ini dicegah? Kalau terlanjur terjadi, langkah-langkah apa yang harus ditempuh untuk menanganinya? 


Photo by : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/puasa-ramadhan/aturan-menjalankan-puasa-yang-aman-bagi-ibu-hamil/
Penyebab dan Gejala

Hamil di luar kandungan, atau hamil ektopik, umumnya terjadi akibat kegagalan tuba falopi mendorong sel telur yang telah dibuahi masuk ke dalam rahim. Biasanya hal ini dikarenakan adanya inflamasi atau peradangan. Akibatnya, sel telur tetap menempel pada tuba falopi dan berkembang di sana. 

Meski demikian, hamil ektopik dapat terjadi juga di beberapa organ lain, seperti: rongga perut, ovarium (indung telur), atau serviks (leher rahim). Bagaimana dengan gejalanya? Si ibu mengalami sakit perut pada salah satu sisi, amenorrhea (tidak terjadinya menstruasi), dan pendarahan ringan pada vagina adalah tiga ciri menonjol dari kehamilan ektopik. Ciri-ciri ini hanya terjadi pada sekitar 50 persen wanita yang mengalami kehamilan ektopik.  Adapun gejala dari kehamilan ektopik, antara lain: pening, lemas, bahu dan leher sering sakit, pingsan, mudah mual dan muntah yang menyebabkan nyeri, serta rektum terasa sakit dan tertekan ketika buang air besar.

Apa saja faktor pemicu penyakit ini? Selain peradangan, ketidakseimbangan hormon dan sel telur yang tidak berkembang, setidaknya ada beberapa pemicu lain yang dapat memperbesar terjadinya kemungkinan.

Pertama, memiliki riwayat endometrisis atau penyakit radang panggul (PID). Endometriosis adalah gangguan yang disebabkan adanya jaringan dari endometrium (lapisan dinding rahim) yang tumbuh di luar rongga rahim. Begitupun pengidap penyakit radang panggul karena penyakit menular seksual seperti klamidia atau gonorrhea, dapat mengalami kehamilan ektopik.

Kedua, penggunaan alat kontrasepsi IUD. Kehamilan yang terjadi setelah penggunaan IUD (Intrauterine device) memperbesar peluang terjadinya kehamilan ektopik.

Ketiga, pengobatan masalah kesuburan. Dalam beberapa kasus hal ini justru memicu kehamilan ektopik.

Keempat, sterilisasi. Baik pengikatan tuba falopi atau sebaliknya, pembukaan ikatan tuba falopi juga memperbesar resiko kehamilan ektopik.

Kelima, kali kedua. Sebelumnya juga mengalami kehamilan ektopik, selain itu hamil hasil bayi tabung juga dapat membuka peluang.

Selanjutnya, usia dan gaya hidup. Gemar merokok atau minum alkohol bisa memicu kehamilan ektopik, begitu juga wanita hamil berusia di atas 35 tahun.

Sumber gambar : https://www.kebidanan.org/kehamilan-ektopik
Tiga Tahap Diagnosis Ektopik

Robeknya tuba falopi mengakibatkan 16 persen kematian pada wanita mengandung. Jadi, saat Anda mengalami pendaharan yang berat, diikuti oleh jantung yang berdebar kencang, badan yang lemah, dan kehilangan kesadaran, segeralah meminta bantuan untuk menuju IGD rumah sakit. 

Setidaknya ada tiga tahap untuk memastikan adanya kehamilan ektopik, yaitu :

Tahap awal, dokter akan memeriksa kondisi kesehatan secara keseluruhan. pemeriksaan terutama dipusatkan pada fisik dan rongga panggul. 

Tahap kedua, tes darah. Tes ini berguna untuk mengetahui adanya hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin), yakni hormon yang diproduksi plasenta pada awal kehamilan. Kadar hCG cenderung lebih rendah pada kehamilan ektopik. 

Tahap ketiga, USG Transvaginal. Tahapan yang lebih lanjut menghendaki USG Transvaginal yang berfungsi untuk mengetahui lokasi kehamilan ektopik dan detak jantung janin. USG Transvaginal ini hanya bisa dilakukan setelah usia kandungan 5 hingga 6 minggu.

Sumber Gambar : http://www.ibu-hamil.web.id/2015/02/3-cara-mengobati-kehamilan-ektopik-terganggu-pdf.html

Penanganan Hamil Ektopik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sel telur tidak mungkin bisa berkembang secara normal di luar rahim, maka harus diangkat sebelum terjadinya komplikasi yang membahayakan. Kehamilan ektopik umumnya ditangani dengan menyuntikkan methotrexate yang berguna untuk menghentikan pertumbuhan janin, sekaligus menghancurkan sel-sel yang terbentuk. Bila dokter mendapati kadar hCG dalam darah pasien masih tinggi, maka suntikan methotrexate diperlukan lagi. Pasca penyuntikkan, pasien mungkin mengalami efek samping berupa: sakit perut, mual, dan muntah setelah tiga sampai tujuh hari.

Ketidaktepatan atau keterlambatan diagnosis dan penanganan pada kehamilan ektopik, berpotensi menyebabkan pendarahan hebat. Darah ini keluar akibat robeknya tuba falopi bahkan rahim. Jika hal ini terjadi, operasi pengangkatan tuba falopi adalah satu-satunya jalan bagi pasien. Risiko operasi ini berupa infeksi, pendarahan, serta terganggunya organ-organ sekeliling.Pasca menjalani pembedahan terbuka, hCG Anda akan terus dipantau. Jika kadarnya masih tinggi, penyuntikan methotrexate terus dibutuhkan meski telah menjalani operasi. Hal ini memastikan janin hasil kehamilan ektopik benar-benar sudah tiada.

Pada dasarnya kehamilan ektopik tidak bisa dicegah, hal yang paling mungkin dilakukan adalah waspada terhadap gejala-gejala awal. Memiliki pola dan gaya hidup yang sehat adalah pencegahan terbaik. Namun bagaimana jika pernah mengalami kehamilan ektopik? Apakah sudah tidak mungkin hamil lagi? Jika Anda telah melalui serangkaian penanganan yang tepat, maka tidak perlu khawatir. Kemungkinan hamil kembali secara normal tetaplah ada, pengangkatan tuba falopi tidak merusak seluruh organ reproduksi. Sel telur masih cukup sehat untuk proses pembuahan berikutnya.

RS Fatimah siap membantu penanganan masalah Kehamilan dengan dokter spesialis kandungan terbaik. Selain memiliki fasilitas ambulans—yang buka 7 hari dalam seminggu, 24 jam dalam sehari, rumah sakit Umum ini juga siap menangani pasien yang membutuhkan tindakan pemeriksaan dan konseling umum. Jangan ragu untuk menghubungi jika Anda memiliki masalah yang ingin ditanyakan pada kami. 
Via Telphone Hub CS kami di No Telp : 0254 791 36 78. atau HP 087771906867

atau langsung datang di alamat kami RS Fatimah di : Jl. Raya serang Cilegon Km.3,5 Kel. Drangong Kec. Taktakan , Kota Serang - Banten Kode pos 42162   

Kategori: Blog
Tag: Hamil , Kandungan , Usg 4d Serang , Ibu
Komentar pada artikel “NYAWA IBU TERANCAM SAAT HAMIL DI LUAR KANDUNGAN”

Got something to say?

Kirim Komentar