TUJUH BAHAYA KURANG TIDUR

TUJUH BAHAYA KURANG TIDUR

Siapa pun tahu, manusia butuh tidur. Tapi, kenapa sih, kita butuh tidur?

Profesor Chris Idzikowski, yang pernah menjabat sebagai direktur Sleep Assessment and Advisory Service, menjelaskan dua jawabannya.

Pertama, demi menghemat energi. Betul bila disebutkan bahwa energi manusia tetap terpakai oleh otak saat tidur. Namun, jumlahnya tidaklah banyak. Dengan berhentinya aktivitas fisik secara umum, energi tubuh dapat dihemat.

Kedua, meningkatkan metabolisme tubuh. Saat tidur, otak “menata ulang” memori, memastikan performa otak kita tetap cemerlang. Bila kita kurang tidur, akan ada bagian otak yang terganggu, menyebabkan gangguan konsentrasi, ucapan, ingatan, inventif, dan cara berpikir fleksibel.

“Konsentrasi dan memori,” terang Prof Idzikowski, sebagaimana dikutip detikHealth “adalah fungsi pertama yang menderita ketika kita kekurangan tidur, seperti mudah marah, tidak bisa fokus, kadang timbul halusinasi dan akan menjadi bahaya besar.”

Selain itu, tidur adalah waktu tubuh—secara otomatis—menurunkan suhunya, sehingga metabolisme dapat bekerja lebih baik sekaligus merevitalisasi dirinya sendiri. Itulah sebabnya, kita tidak boleh menyepelekan “kurang tidur.” Sebab tidur itu layaknya memperbaiki kondisi tubuh sebelum digunakan kembali.

Memahami Pola Tidur
Pola tidur terdiri dari dua variabel, yaitu jam berangkat tidur dan durasi atau lamanya tidur. Normalnya, manusia terjaga pada siang hari, tertidur di malam hari. Untuk orang dewasa, durasi tidur di malam hari, kurang lebih, tujuh jam.

Namun, tidak sedikit yang tidak mematuhi pola tidur standar. Mereka dengan entengnya mengurangi (paling sering terjadi) atau melebihkan durasi tidur. Penyebabnya, selain faktor usia, adalah kesibukan, jarang berolahraga, tertekan, dan beragam situasi lainnya.

Nah, karena tubuh punya “utang,” alias sleep debt, Anda akan mengantuk dan “terpaksa” harus menggantinya di waktu lain. Misal, tidur di malam hari hanya dua jam. Maka, siang hari diganti dengan tidur berkisar tiga jam. Ada juga yang social jetlag, di mana sebagian orang yang super sibuk selama weekdays “mengganti tidur” di weekend dengan tidur lebih lama dari biasanya.

Akan tetapi, walau terkesan utang Anda telah lunas, Anda tetap mengalami kerugian. Mengingat manfaat tidur malam tidak bisa disamakan dengan tidur siang.

Deretan Kerugian Kurang Tidur
Gangguan kesehatan yang mungkin menarget mereka yang kurang tidur malam, antara lain:

Satu, kacaunya produksi dan kinerja hormon.

Sebagaimana telah diungkap, tidur membantu kita untuk memperbaiki metabolisme badan. Nah, tidur adalah waktunya badan mengeluarkan hormon kortisol—yang menolong mata kita tidak mengantuk di kala pagi tiba, hormon petumbuhan, reproduksi, dan hormon-hormon terkait reproduksi dan perkembangan masa pubertas, baik pada laki-laki dan perempuan. Dengan mengurangi durasi tidur, kita mengurangi waktu kerja hormon kortisol.

Dua, menyebabkan kegemukan.

Ternyata semakin kurang jam tidur di malam hari, menstimulan sekresi hormon pemicu rasa lapar. Anda pun dikendalikan keinginan untuk makan lebih banyak. Usai kekenyangan, Anda mengantuk lagi, yang disebabkan tidur malam yang sangat kurang. Alhasil, kalori tidak digunakan maksimal, tubuh menyimpannya jadi lemak.

Pada laki-laki dewasa dan usia lanjut, kurang tidur memicu hilangnya massa otot hingga empat kali lipat, sekaligus meningkatnya proporsi lemak. Akibatnya, lemak di perut semakin menumpuk, menyebabkan perut-perut mereka membuncit dan mengundang penyakit.

Tiga, menambah risiko kardiovaskuler

Kurang tidur pun mengganggu kinerja jantung dan menyebabkan lemak darah meningkat. Bila waktu tidur di malam hari dikompensasi pada siang hari, metabolisme tubuh akan terganggu. Selain risiko penyumbatan pembuluh darah, Anda pun bisa terkena penyakit darah tinggi.

Empat, diabetes mellitus.

Menurut penelitian, bukan hanya lemak darah yang meningkat, tapi gula darah juga. Saat tubuh kurang tidur, kadar gula darah naik. Ketika tubuh “terpaksa” menggantinya dengan tidur siang hingga sore, tubuh tidak mampu memproduksi komponen penyeimbang kadar gula darah dengan cukup. Kondisi inilah yang pada akhirnya dapat berujung pada penyakit diabetes mellitus.

Lima, gampang jatuh sakit, tapi sulit sembuh.

Pada kondisi normal, sistem imun tubuh akan memproduksi sitokin, yaitu protein-protein yang menolong kita menghadapi peradangan, stres, dan infeksi. Tapi, produksi sitokin akan terganggu ketika kurang tidur. Protein ini sendiri dirilis tubuh ketika tidur malam. Otomatis, dengan berkurangnya jam tidur, berkurang pula sitokin yang dihasilkan tubuh kita. Kekebalan tubuh menurun, membuat virus mudah masuk dan menyerang.

Enam, menurunnya hasrat seksual.

Ini banyak terjadi pada pasutri yang sibuk bekerja, tidak kenal waktu istirahat. Kehidupan seks mereka pelan-pelan terlupakan, bahkan mereka jadi malas melakukannya. Sebagian penyebabnya adalah rasa lelah yang tidak pulih seutuhnya karena kurang tidur.

Tujuh, pikun dan penuaan dini.

Saat tidur, tubuh menyimpan hal-hal yang dipelajari hari ini ke dalam sistem ingatan jangka pendek. Dengan berkurangnya jam tidur, berkurang pula konsolidasi ingatan tersebut. Otak jadi cepat lupa, sulit mengingat dengan tajam.

Bukan hanya ingatan yang menua, penampilan Anda pun juga. Kurang tidur menyebabkan kulit memucat dan mata bengkak. Bila terjadi terus-menerus, kulit akan mengusam, muncul keriput dan lingkaran hitam di bawah mata. Hal ini dikarenakan berlebihnya produksi hormon kortisol bila seseorang kurang tidur, sedangkan hormon ini bisa merusak kolagen atau protein penghalus kulit.


Untuk Info pelayanan dan Pendaftaran hubungi 
Customer service kita : 087771906867

atau datang langsung di Alamat kami : Jl. Raya 
serang Cilegon Km.3,5 Kel. Drangong Kec. 
Taktakan , Kota Serang - Banten Kode pos 42162 

USG Serang , USG 4D Serang, Dokter Kandungan Serang , Dokter USG Serang, Ibu Kandungan Serang, Rumah Sakit Serang, Dokter Anak Serang, Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Penyakit Dalam Serang 

Kategori: Blog
Tag: Penyakit Dalam , Usg 4d Serang , Usg
Komentar pada artikel “TUJUH BAHAYA KURANG TIDUR”

Got something to say?

Kirim Komentar