Salah Paham, Soal Kolesterol

SALAH PAHAM SOAL KOLESTEROL

Takut kena kolesterol? Anda tidak sendiri. Di luar sana, ada banyak orang yang sepakat betapa jahatnya kolesterol bagi tubuh manusia.

Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya… kolesterol itu tidak berbahaya?

Bahkan, yang terjadi justru sebaliknya; kolesterol itu baik untuk tubuh. Membantu menjaga kesehatan sel-sel kita. Kolesterol baru disebut masalah ketika kadarnya melewati ambang normal.


Apa itu Kolesterol?
Sebagai informasi, kolesterol adalah zat lunak yang terletak di lemak dalam darah. Bila kadarnya berlebih, lemak akan bertumpuk dalam pembuluh darah, yang mana mengurangi ruang oksigen. Akibatnya, jantung Anda tidak mendapat O2 yang cukup, risiko serangan jantung pun meningkat. Jika terjadi pada otak, ancaman stroke pun mengintai Anda.

Lalu, kenapa kolesterol naik? Setidaknya terdapat dua faktor.

Faktor pertama, faktor keturunan. Bila keluarga Anda punya sejarah kolesterol tinggi, risiko Anda terkena mencapai 6 (enam) kali lebih besar.

Faktor kedua adalah usia. Pasca usia 20 tahun, umumnya kadar kolesterol tiap orang akan meningkat. Pada wanita, peningkatan drastis terjadi pasca menopause. Sedangkan pada pria, kolesterol bisa sangat mudah naik setelah usia 50 tahun.

Berbeda dengan dua faktor sebelumnya, faktor ketiga tergantung dari pilihan atau gaya hidup Anda. Solusinya pun sederhana. Dengan mengganti pola aktivitas sehari-hari, Anda bisa terhindar dari penambahan kolesterol dan berbagai dampak buruknya.

Hindari Makanan Tak Sehat
Agar kolesterol tidak naik, jauhi—atau kurangi—makanan-makanan dengan kandungan lemak yang tinggi. Betul, tidak semua lemak itu buruk. Selama porsinya tepat, tak masalah. Tapi ada makanan-makanan yang baiknya Anda hindari, seperti: santan, gajih daging, susu sapi, coklat, margarin, jeroan—baik sapi ataupun kambing.

Sedangkan makanan yang aman untuk Anda konsumsi adalah: susu sapi non fat, daging kelinci, daging ayam, daging bebek pilihan tanpa kulit. Tapi, di antara semua jenis daging, daging ikanlah yang paling direkomendasikan. Kenapa? Sebab, ikan memiliki protein, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Minyak dalam tubuh ikan juga mengandung omega-3 yang mencegah Anda dari sakit jantung.

Oleh karena itu, mulai sekarang, jadwalkan makan ikan—setidaknya—dua porsi dalam seminggu. Makanlah satu porsi “ikan berminyak” dari dua porsi yang dianjurkan tersebut. Yang termasuk dalam kategori “ikan berminyak” adalah ikan trout, herring, tuna segar, sarden, makarel, salmon, dan pilchard. Sedangkan ikan yang dikategorikan non-minyak adalah coley, cod, skate, hake, haddock, dan lain sebagainya.

Jika sulit, Anda bisa membeli ikan dalam bentuk kaleng—tapi berhati-hatilah karena kadar garamnya mungkin tinggi.

Terlalu Jarang, Terlalu Sering Olahraga
Dengan mendiamkan tubuh terlalu lama, alias tidak berolahraga, fungsi kerja organ tubuh Anda bisa menjadi lebih lemah. Anda perlu meluangkan waktu, dua atau tiga kali seminggu, selama 30 menit untuk berolahraga.

Meski begitu, jangan sampai Anda berlebihan dalam olahraga (overtraining) karena itu juga tidak sehat. Alih-alih bermanfaat, kondisi ini menyebabkan Anda menderita sejumlah penyakit. Selain membuat tubuh menjadi stres, saluran napas dan fungsi kekebalan tubuh pun mengalami masalah.

Apa tanda-tanda Anda mengalami overtraining? Kemampuan atletik Anda menurun. Selain kecapekan, detak jantung Anda bertambah cepat, gangguan tidur di malam hari, tak nafsu makan, acapkali merasa haus, penyakit ringan yang diderita bertambah parah, adanya kelenjar yang membengkak, saluran pencernaan terganggu, depresi, emosional, hilang kemampuan konsentrasi, dan menurunnya libido.

Stop Merokok
Bahan kimia kerap didengungkan terkandung dalam rokok. Sebagian zatnya mampu mengubah sistem kardiovaskular Anda, sehingga memicu kerusakan jantung. Dr. Adam Gepner, yang berasal dari University of Wisconsin School of Medicine and Public Health di Madison, Amerika Serikat, mengatakan: rokok dapat melonjakkan kadar kolesterol jahat di dalam darah Anda, sekaligus membunuh kolesterol baik.

Terlalu Gemuk, Terlalu Kurus
Orang yang gemuk pastinya menyimpan lemak dan kalori dibanding yang tidak. Tak heran bila orang tersebut “diincar” penyakit. Anda sangat disarankan melakukan diet sehat, mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh.

Akan tetapi, jangan sampai juga tubuh Anda terlalu kurus. Tubuh kurus itu kurang gizi. Kurang gizi menyebabkan turunnya imunitas tubuh. Kadar vitamin A dan C dalam badan menurun seiring dengan rendahnya Body Mass Index (BMI). Hasilnya, pria yang lalu kurus tak punya kekuatan yang cukup untuk melawan penyakit yang menyerah tubuhnya. Bakteri, virus, dan sumber-sumber penyakit lain mudah berkembang.

Tubuh yang kurus pun memiliki massa tulang yang rendah. Ini ditunjukkan oleh sebuah penelitian oleh Baltic Journal of Health and Physical Activity. Dalam keterangannya, diungkapkan bahwa tubuh yang kurus mempunyai kepadatan tulang yang minim. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin D secara konstan, berikut kalsiumnya.

Situasi inilah yang menyebabkan orang kurus berisiko mengalami patah tulang, terutama di daerah pinggul dan tulang belakang. Memang, menurut Mayo Clinic, orang kurus tidak otomatis kena penyakit tulang. Tapi yang jelas meningkatkan kesulitan jika Anda sampai menderita masalah tulang.

Info seputar pelayanan Penyakit Dalam Rumah Sakit Fatimah
silahkan hub Customer service kita di : 087771906867
atau kunjungi alamat kita di : Jl. Raya serang Cilegon Km.3,5 Kel. Drangong Kec. Taktakan , Kota Serang - Banten Kode pos 42162  

Kategori: Blog
Tag: Penyakit Dalam , Kolesterol
Komentar pada artikel “Salah Paham, Soal Kolesterol”

Got something to say?

Kirim Komentar