JANGAN TELAT MEMBAWA ANAK KE RUMAH SAKIT

JANGAN TELAT MEMBAWA ANAK KE RUMAH SAKIT


Jumiasih—bukan nama sebenarnya—mengaku tidak percaya dengan pengobatan dokter. Itulah sebabnya, walaupun anggota keluarganya sakit, pantang baginya pergi ke rumah sakit. Sebagai gantinya, Jumiasih lebih memercayakan proses penyembuhan pada pengobatan tradisional. Itupun tanpa konsultasi terlebih dahulu pada ahlinya. 

Satu hari, anak Jumiasih menderita semacam infeksi tenggorokan. Karena tidak mau minta tolong pada dokter atau rumah sakit, Jumiasih lebih suka “mengobati” anaknya dengan teh dandelion dan minyak kemangi. Alhasil, anaknya makin parah. Bakteri pada infeksinya menyebar, mengakibatkan gagal organ di seluruh tubuh. 

Saat anaknya kritis, Jumiasih mempertimbangkan ulang ketidakyakinannya pada dokter. Karena merasa tidak punya pilihan, dia lalu bergegas membawa anaknya ke rumah sakit. 

Tapi, malang. Anaknya sudah tak bisa ditolong. Dokter tidak bisa berbuat banyak. Anak Jumiasih meninggal dunia hanya selang sehari setelah dirawat. Yang tambah menyedihkan, menurut dokter, anak Jumiasih bisa diselamatkan karena penyakitnya bisa sembuh dengan meminum antibiotik saja.

Jumiasih tidak sendiri. Masih banyak kasus keteledoran orangtua yang berujung pada maut. Misalnya pada kasus Ratna—bukan nama sebenarnya—yang kisahnya mirip Jumiasih. Saat anaknya menderita panas tinggi dan muntah-muntah, ia tetap bersikeras merawat di rumah. Setelah tiga minggu, anaknya pun meninggal dunia. Menurut dokter, anak Ratna bisa saja sembuh kalau dia tidak keras kepala. Kenapa? Karena penyakit si anak dapat ditangani hanya dengan obat-obatan sederhana.

Jangan Samaratakan Panas Tubuh
Berbanding terbalik dengan kasus Jumiasih dan Ratna, banyak orangtua yang terburu-buru ke rumah sakit saat anaknya menderita gangguan kesehatan. Contohnya saat anaknya demam atau panas. Padahal, secara umum, demam adalah proses natural tubuh melawan kuman atau bakteri. Oleh karenanya ada jenis demam yang cukup diatasi di rumah, tapi memang ada yang butuh segera ditangani tenaga medis.

Dr. Yvette van Ierland, spesialis penyakit anak dari Erasmus University Medical Center, mengatakan, “Demam pada anak sebaiknya tidak digeneralisir.” Kenapa? Karena, sebagaimana dikutipkompas.com, hal itu bisa menyebabkan keterlambatan atau salah diagnosis. 

Kenapa demam tinggi perlu segera ditangani? Hal ini mengingat sejumlah penyakit serius diawali dengan gejala demam yang tinggi, antara lain: infeksi saluran kemih, meningitis, bacteremia, hingga radang paru (pneumonia). Standar demam tinggi atau tidak pun harus jelas, tidak boleh rancu. 

Untuk bayi di bawah 3 bulan, demam yang melewati 37.5°C sudah masuk kategori berbahaya. Apalagi, pada suhu tubuh ini, kondisi bayi biasanya sudah lemas. Sedangkan untuk anak usia 3 hingga 36 bulan (sekitar 3 tahun), demam yang patut diwaspadai jika mencapai 39°C atau lebih. Di atas tiga tahun dan pada usia anak-anak pada umumnya, batasnya adalah 40°C atau lebih.

Anak kita juga perlu segera dibawa ke rumah sakit bila ada gejala yang mengiringi demam tinggi, seperti: timbul ruam, kejang-kejang, demam berulang lebih dari tujuh hari—meskipun demam hanya bertahan beberapa jam, demam pada bayi atau anak yang tidak dapat menundukkan kepala ke arah dada, menderita penyakit kronik (kanker, jantung, lupus, ginjal), atau menunjukkan gejala demam berdarah. 

Demam Bukan Satu-satunya
Yang perlu kita ketahui bersama, anak-anak belum sesiap orang dewasa dalam menghadapi penyakit. Hal ini dikarenakan organ-organ dan sistem kekebalan tubuh mereka masih tahap penyempurnaan. 

Itulah sebabnya dibutuhkan peran aktif—dan cerdas—orangtua dalam mengenali gejala-gejala penyakit. Jangan salah! Demam tinggi bukan satu-satunya indikator anak kita harus secepatnya ditangani dokter. Cermati sejumlah ciri-ciri berikut:

• Sulit bernapas. Apakah bayi Anda susah menghirup udara? Napasnya cepat atau seperti merintih ketika bernapas. Otot-otot dadanya—terutama pada sela-sela iga dan di atas tulang dada—terlihat cekung. Jika ya, jangan ragu untuk segera membawanya ke rumah sakit terdekat.


• Tidak mau menyusu atau mengonsumsi MPASI. Apakah bayi Anda hanya mau sedikit minum ASI? Hanya mau separo dari kebutuhan susunya dalam sehari? Atau sangat sulit membuatnya makan MPASI. Seluruhnya harus diselesaikan, tidak boleh dibiarkan terus-menerus.


• Muntah. Ada beberapa jenis muntah yang perlu diawasi, yakni muntah menyemprot dan muntah hijau. Jika bayi muntah menyemprot, bisa dikatakan adanya peningkatan tekanan dalam rongga kepala bayi. Sedangkan muntah hijau menunjukkan kelainan pada saluran pencernaan, umumnya ada sumbatan di bawah usus halus. Warna hijau yang keluar adalah cairan empedu yang ikut keluar. 


• Sedikit buang air kecil (BAK) atau mengalami dehidrasi. Minimal, dalam sehari, bayi Anda BAK sebanyak empat kali. Pantau dengan memerhatikan popoknya. Popok bayi yang mengalami gangguan BAK, umumnya, tetap kering walau sudah 6-8 jam sejak dipakai.


• Tersedak. Bayi tidak bisa bernapas, wajahnya berubah kemerahan sebelum akhirnya terlihat kebiruan.


• Diare selama 12 jam. Terus-menerus membuang cairan membuat bayi terancam dehidrasi. Umumnya hal ini diiringi gejala muntah-muntah. 


• Kesadaran menurun. Fisik bayi lemas. Kaki dan tangannya tidak kunjung bergerak—sangat jarang. Waspadai juga gejala ini disertai rasa kantuk yang hebat, sehingga anak susah dibangunkan dari tidurnya atau tidak bisa bergerak.


• Tanda-tanda lainnya, seperti leher kaku, nyeri kepala, nyeri perut, menangis terus, gangguan saraf, gangguan perut, dan lain-lain


Unit Gawat Darurat yang Selalu Siap 

RS Fatimah siap membantu penanganan gangguan kesehatan pada anak. Selain memiliki fasilitas ambulans—yang buka 7 hari dalam seminggu, 24 jam dalam sehari, rumah sakit Umum ini juga siap menangani pasien yang membutuhkan tindakan pemeriksaan dan konseling umum; resusitasi—istilah untuk menyediakan pertolongan untuk mengembalikan pernapasan dan fungsi jantung yang terganggu; triase; observasi langsung pada gejala penyakit, operasi ringan, dan poli umum. Jangan ragu untuk menghubungi jika Anda memiliki masalah yang ingin ditanyakan pada kami. 
Via Telphone Hub CS kami di No Telp : 087771906867
atau langsung datang di alamat kami RS Fatimah di : Jl. Raya serang Cilegon Km.3,5 Kel. Drangong Kec. Taktakan , Kota Serang - Banten Kode pos 42162  

Kategori: Blog
Tag: Anak , Bayi
Komentar pada artikel “JANGAN TELAT MEMBAWA ANAK KE RUMAH SAKIT”

Got something to say?

Kirim Komentar