Jangan Asal Jajan Kalau Tidak Mau Darah Tinggi

 

JANGAN ASAL JAJAN KALAU TIDAK MAU DARAH TINGGI

“Makan daging kambing bisa bikin darah tinggi, lho!”

Entah sejak kapan kepercayaan ini tersebar luas di masyarakat. Yang lebih parah, hal tersebut sama sekali tidak benar. Mengingat kambing, sebenarnya, memiliki kandungan kolesterol lebih rendah dibanding daging ayam dan sapi.

Ada banyak sekali kesimpangsiuran soal penyakit darah tinggi. Sebagian benar, sebagian lagi harus diluruskan. Termasuk seputar apa itu darah tinggi dan penyebab sebenarnya.


Si Pembunuh Bisu


Darah tinggi—lazim juga dikenal dengan nama hipertensi—adalah keadaan meningkatnya tekanan darah pada dinding arteri Anda. Jika dibiarkan, penyakit ini bisa memicu munculnya berbagai penyakit serius alias mematikan. 
Di atas kertas, siapa pun bisa menderita penyakit darah tinggi. Tapi, memang ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi, antara lain: berusia di atas 65 tahun; memiliki berat badan berlebih; lahir di keluarga dengan riwayat darah tinggi; jarang makan buah, sayur, dan olahraga; merokok dan minum miras; terlalu sering mengonsumsi kopi—atau makanan atau minuman lainnya yang mengandung kafein.

Satu lagi aktivitas yang meningkatkan risiko Anda terkena darah tinggi adalah mengonsumsi terlalu banyak garam. Kenapa bisa begitu?

Garam sendiri mengandung natrium (NaCl) yang berguna untuk menjaga keseimbangan air, asam, dan basa dalam tubuh. Selain itu, natrium juga vital karena menjaga regulasi tekanan darah, kontraksi otot, dan transmisi sel saraf. Semua manfaat ini dapat dicapai bila Anda mengonsumsi garam dengan porsi yang benar. Tapi, begitu Anda tidak mengontrol asupan garam yang masuk ke tubuh, tekanan darah bisa naik. Mengakibatkan kuatnya tekanan pada dinding arteri, terutama saat kontraksi otot jantung dan juga saat jantung sedang berelaksasi.

Oleh karena itu, kalaupun harus ada yang diwaspadai dalam kasus “daging kambing,” waspadailah cara mengolahnya. Cara memasak dan penyajiannya. Daging kambing, sekali lagi, termasuk daging dengan kandungan rendah kolesterol. Tapi begitu ia dihidangkan dengan berbagai bumbu, minyak, dan taburan garam yang demikian berlimpah, wajar bila daging kambing terkesan membuat tekanan darah jadi naik. Ini pula yang harus jadi kewaspadaan kita bersama, di mana ada banyak sekali penyajian kuliner yang tinggi kandungan garamnya. Belum lagi tambahan penyedap makanan, seperti: saus, kecap, mentega, makanan kaleng, mie instan, dan aneka camilan. Semuanya mengandung garam tinggi.

Padahal, menurut Panduan Umum Gizi Seimbang 2003, kita hanya “diizinkan” mengonsumsi maksimal 6 gram atau 1 sendok teh sehari, setara dengan 2300 miligram natrium. Lebih dari itu sudah tidak sehat. Untuk penderita darah tinggi, batasannya bahkan hingga 1.500 miligram saja.


Batasi Konsumsi Garam 

Kesimpulannya, agar terhindar dari naiknya tekanan darah, sekaligus risiko penyakit-penyakit ikutan hipertensi, adalah dengan mengontrol kandungan natrium yang kita makan. Namun, bagi sebagian orang, mengurangi garam termasuk hal yang sulit dilakukan. Pasalnya, lidah sudah bertahun-tahun dimanjakan makanan yang kaya garam. Tapi langkah ini memang harus diambil, demi kualitas hidup yang lebih sehat.

Nah, agar lidah “tidak kaget,” lakukan semuanya secara bertahap. Tujuannya adalah memberi lidah Anda waktu untuk beradaptasi, mengubah selera Anda pelan-pelan. Anda bisa mulai dengan memaksimalkan bumbu dan rempah-rempah non garam. Pilihlah daging segar, jangan olahan. Perbanyak makan buah dan sayuran. Biasakan pula tidak menyediakan garam di meja makan. Juga, sejauh mungkin hindari makanan kaleng, termasuk buah dan sayur kaleng. Kalaupun harus menggunakan, cuci hingga kandungan sodiumnya berkurang. Ketika makan di luar rumah, minta pelayan agar mengurangi garam dalam makanan yang dipesan.

Bagaimana dengan produk dalam kemasan? Bukan dilarang total, tapi dikurangi.

Selain itu, cerdaslah membaca label “Kandungan Gizi” dalam kemasan. Tragisnya, sebuah penelitian yang mengungkapkan kebiasaan orang Indonesia dalam membaca label makanan kemasan. Kira-kira 36%-nya lebih fokus pada label halal, sekitar 35% fokus pada bulan kedaluarsa, 20% lebih pada nama produk, dan kira-kira 8% lebih memerhatikan komposisi makanan. Duh, berarti yang membaca label kandungan gizi sedikit sekali, ya?

Betul. Padahal kandungan gizi inilah yang kita butuhkan untuk mengontrol asupan garam dari makanan kemasan, terutama dengan memerhatikan kadar natrium produk tersebut—sebagian produsen menyebutnya sodium. Karena itulah, jangan cepat termakan janji seperti “Bebas Sodium” dalam kemasan. Selidiki lewat tabel kandungan gizi. Jika kurang dari 5 miligram per porsi, produk tersebut bisa dibilang bebas sodium. Sangat rendah sodium bila kurang atau sama dengan 35 miligram per porsi. Rendah sodium bila kurang atau sama dengan 140 miligram per porsi. Tawar atau tidak mengandung garam tambahan bila kandungan sodium berasal hanya bagian alami dari makanan.

Ukur dan Jaga Tekanan Darah


Bagaimana memastikan tekanan darah Anda tinggi atau tidak?

Satu-satunya cara adalah dengan mengukur tekanan darah. Pengukuran ini dilakukan dalam takaran merkuri per millimeter (mmHG) dan ditulis dalam dua bilangan, yakni tekanan diastolik dan tekanan sistolik. Apa itu tekanan diastolik dan sistolik? Tekanan diastolik adalah tekanan darah ketika jantung berelaksasi, sedangkan tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berkontraksi—yakni memompa darah keluar. Normalnya, tekanan darah berada di bawah 120/80 mmHG. Angka 120 mewakili tekanan sistolik, sedangkan 80 mewakili tekanan diastolik. Tekanan darah di atas itu harus diwaspadai, terutama bila beberapa hasil tes menunjukkan tekanan darah Anda mencapai atau lebih tinggi dari 140/90 mmHG. Kenapa? Karena Anda bisa terkena serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal!

Karenanya, lebih baik untuk mencegah dari sekarang sebelum jatuh sakit. Ganti gaya hidup Anda, patuhi anjuran dokter. Bagaimanapun, pilihan hidup ini jauh lebih enak. Lebih mudah. Lebih murah—dibanding Anda harus naik ke meja operasi atau menebus obat yang harganya cukup mahal.

Info seputar Darah Tinggi dan pelayanan Penyakit Dalam Lainnya di Rumah Sakit Fatimah

silahkan hub Customer service kita di : 087771906867

atau kunjungi alamat kita di : Jl. Raya serang Cilegon Km.3,5 Kel. Drangong Kec. Taktakan , Kota Serang - Banten Kode pos 42162 


Kategori: Blog
Tag: Darah Tinggi , Penyakit Dalam
Komentar pada artikel “Jangan Asal Jajan Kalau Tidak Mau Darah Tinggi”

Got something to say?

Kirim Komentar