Diabetes Bisa Disembuhkan ?

Tidak. Sampai saat ini, dunia kedokteran belum menemukan obat yang bisa menyembuhkan diabetes. Itu artiya, sekali saja Anda terkena penyakit ini, selamanya Anda harus hidup dengannya.

Jadi, kalaupun ada istilah pengobatan diabetes, hasil akhirnya bukanlah kesembuhan. Melainkan menjaga keseimbangan kadar gula darah, mengontrol gejala, dan menghindari komplikasi yang sangat mungkin terjadi di masa mendatang.

Daya rusak diabetes sendiri tidak main-main. Selain menyempitkan dan mengeraskan pembuluh darah, saraf dan organ tubuh Anda juga terancam. Penyakit ini menyebabkan penurunan kemampuan tubuh untuk merasakan nyeri dan menyembuhkan dirinya sendiri. Luka jadi susah sembuh, bahkan cenderung membusuk dan beracun. Infeksi terus menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Siapa, Kenapa, Tanda-tanda

Pada prinsipnya, siapa pun bisa terkena diabetes. Namun, jika Anda lahir di keluarga dengan riwayat diabetes, maka potensi terkena akan jauh lebih besar. Diabetes juga mengincar mereka yang memiliki hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. 

Kenapa seseorang bisa terkena diabetes? 

Diabetes umumnya ditandai dengan naiknya kadar glukosa (gula darah) tubuh, jauh dari batas normal. Kenaikan ini terjadi karena kelenjar ludah perut, atau pankreas, gagal memproduksi hormon insulin yang cukup atau berfungsi dengan baik. Padahal, hormon inilah yang bertugas mengubah glukosa (gula darah) menjadi energi. Akibatnya, gula “menumpuk” di darah dan mulai menimbulkan masalah.

Banyak orang terlambat menyadari dirinya menderita diabetes. Mengabaikan sejumlah gejala, yang sebenarnya adalah petunjuk untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Gejala-gejala yang patut Anda waspadai meliputi: pandangan kabur, badan lelah tanpa alasan, rasa lapar yang ekstrim, berat badan turun tanpa faktor yang jelas, massa otot berkurang, kerap haus, sering kencing—utamanya di malam hari, mudah mengantuk, rasa nyeri pada tangan dan kaki, gatal pada kelamin, sariawan yang muncul terus, infeksi pada saluran kernih, kulit, dan gusi. 

Tanda lainnya adalah ditemukan keton dalam air kencing. Keton sendiri adalah asam yang diproduksi saat tubuh menggunakan lemak untuk energi. Keton tidak akan muncul bila tubuh menggunakan karbohidrat sebagai energi. Tapi karena pankreas tidak bisa mengubah glukosa jadi energi, tubuh secara otomatis mengambil lemak untuk diubah jadi energi. Keton bisa diketahui dengan menjalani tes urin. 

Jenis-Jenis Diabetes

Diabetes terdiri dari dua tipe, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kenapa dibedakan? Karena memang karakter dan penyikapan keduanya tidak sama.


Pada diabetes tipe 1, penyakit menghancurkan sel-sel pankreas, mengakibatkan berkurangnya insulin bagi tubuh. Kadar glukosa naik, organ-organ tubuh rusak. Oleh karena itulah, tiap hari, penderita sangat bergantung pada suntikan insulin. Harus ketat dalam menu makanan dan rutin cek darah. Penyebab diabetes tipe ini belum diketahui dengan pasti. Syukurlah, dibanding tipe 2, tipe 1 lebih jarang dijumpai. Kalaupun terjadi, biasanya diabetes ini muncul pada usia remaja atau anak-anak.

Sedangkan diabetes tipe 2, bisa dibilang, adalah diabetes yang biasanya kita jumpai. Dari seluruh penderita diabetes di dunia, 90 persennya diperkirakan menderita diabetes tipe ini. Penyebabnya adalah kekurangan produksi insulin atau sel-sel tubuh kurang sensitif atau resisten terhadap insulin. Dikatakan tipe ini bisa kendalikan dengan pola makan sehat dan memantau kadar glukosa darah, penyakit ini terus berkembang dalam tubuh dan pada akhirnya tetap membutuhkan pengobatan. 

Ada juga yang disebut “diabetes gestasional,” yakni diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Kehamilan kadang memicu naiknya kadar glukosa darah, tapi tidak diiringi dengan kemampuan pankreas memproduksi insulin. Walau umumnya diabetes jenis ini bersifat sementara, sembuh sendiri pasca si ibu melahirkan, penderita tetap harus menjaga kadar gula, berkonsultasi dan didampingi ahli medis agar tidak terjadi masalah kesehatan pada anak dalam kandungan. 


Jangan Tunggu Komplikasi

Diabetes adalah penyakit kronis progresif; berlangsung lama, terus-menerus memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Dengan kata lain, diabetes yang dibiarkan dapat berujung pada sekian kasus komplikasi, seperti: kerusakan mata, ginjal, saraf, jantung, stroke, gangguan ereksi, hipertensi, hingga amputasi anggota tubuh.

Karenanya, segera periksakan diri Anda. Jangan tunggu sampai parah. Hubungi ahli endokrinologi—yakni spesialis yang menangani diabetes—yang umumnya bekerja sama dengan dokter umum. Untuk melengkapi, Anda juga membutuhkan kehadiran ahli nutrisi, oftalmologi, podiatri, hingga kesehatan mental. 


Pengobatan yang diberikan, pastinya, bergantung dari tipe diabetes yang diderita. Diabetes tipe 1 harus disuntik insulin secara berkala, plus minum obat-obatan. Sedangkan diabetes tipe 2 cukup obat-obatan oral saja.


Untuk penjagaan, para penderita diabetes hendaknya mengontrol, selain kadar gula darah, kadar kolesterol dan tekanan darah. Berolahraga. Pemeriksaan mata diabetik dan kondisi terkait diabetes itu sendiri. Pemeriksaan gula darah, berikut darah dan air kencing. Memeriksa kebocoran protein dalam air kencing, profil kolesterol, fungsi ginjal dan hati, berhenti minum alkohol dan merokok.


Pastinya sulit memastikan semuanya berjalan dengan tepat. Tapi, jangan khawatir, sebab kini tersedia pengajar informasi seputar diabetes bersertifikat. Selain menyusun dan menyiapkan menu makan yang sehat, Anda juga akan dibantu mengubah gaya hidup dan mengombinasikan penanganan diabetes dengan ritme rutinitas Anda.


Info seputar pelayanan Penyakit dalam Rumah Sakit Fatimahsilahkan hub Customer service kita di : 087771906867

atau kunjungi alamat kita di : Jl. Raya serang Cilegon Km.3,5 Kel. Drangong Kec. Taktakan , Kota Serang - Banten Kode pos 42162

 
Kategori: Blog
Tag: Penyakit Dalam
Komentar pada artikel “Diabetes Bisa Disembuhkan ?”

Got something to say?

Kirim Komentar