BAYI SUNGSANG ?

Sumber gambar : https://annafoti.wordpress.com/digital-work/#jp-carousel-25 

DUH, BAYI SAYA SUNGSANG!

“Usia hamil saya sudah sekitar 32 minggu, dan terakhir saya USG minggu kemarin posisi janin saya masih sungsang. Dokter mengatakan masih ada kesempatan sekitar dua minggu lagi bagi janin saya utk bisa kembali ke posisi normal. Tapi saat ini saya jadi khawatir tidak bisa melahirkan normal. Saya takut menghadapi proses persalinan nanti, apalagi ini anak pertama saya setelah menanti hampir tujuh tahun lamanya. Apa yang harus saya lakukan?” (R, Jakarta)

Secara umum, sungsang terjadi karena cairan ketuban yang terlalu banyak. Alhasil, janin seperti melayang-layang di dalam rahim. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan (kira-kira masuk lima sampai tujuh bulan), masalah ini harusnya bisa teratasi—mengingat rahim secara natural akan membuat kepala bayi di bagian bawah atau vertikal.

Akan tetapi, ada beberapa faktor yang memungkinkan rahim tidak menjalankan fungsinya dengan benar. Sehingga, memasuki minggu-minggu HPL, posisi bayi malah sungsang. Sungsang sendiri tidak satu ragam. Ada sungsang dengan posisi bagian pantat bayi di bawah, kakinya lurus dengan gerakan kepala. Ada pula yang kakinya melipat atau bersila—dekat dengan pantat. Kakinya masuk ke panggul alias ditekuk ke atas. Bahkan yang lututnya di bagian bawah, sedangkan kaki terlipat dengan paha.

Hal apa saja yang dapat menyebabkan bayi menjadi sungsang?

  • Hamil pertama. Seperti yang terjadi para R, kehamilan pertama memang memiliki kecenderungan sungsang. Penyebabnya adalah otot rahim yang belum berkembang baik. Kondisi ini menstimulan bayi terus-menerus berputar dan malah masuk ke bagian panggul ibu sebelum waktunya.
  • Pernah sungsang. Bukan hanya kehamilan pertama, kehamilan kedua pun berpotensi sungsang jika si ibu pernah mengalami sungsang sebelumnya. Ini ditengarai lantaran bentuk fisik rahim, berat badan si ibu yang tidak sesuai dengan berat bayi, dan lain sebagainya.
  • Umur. Ibu yang hamil di atas usia 35 tahun berpotensi sungsang mengingat rahimnya sudah berubah. Sedangkan untuk kehamilan pada ibu berusia terlalu muda, dikhawatirkan sungsang karena rahimnya belum siap.
  • Kelainan rahim. Kelainan yang dimaksud merujuk pada rahim yang pernah mengalami trauma kecelakaan, cedera, atau posisi pinggul yang tidak pas.
  • Tali pusat pendek. Tali pusat dengan kepanjangan cukup membantu bayi bebas bergerak saat proses persalinan. Sebaliknya, tali pusat yang pendek membatasi gerak si bayi, membuatnya tidak bisa memasuki panggul.
  • Volume ketuban. Cairan ketuban yang terlalu sedikit menyebaban bayi tidak mampu bergerak leluasa, mengakibatkan bayi mengalami kesulitan masuk ke panggul waktu persalinan. Sedangkan cairan yang terlalu banyak malah membuat bayi terlalu sering bergerak dari yang seharusnya.
  • Pecah ketuban. Ketuban yang pecah dini dapat mengakibatkan bayi berputar aktif tapi sukar dikendalikan. Akibatnya, bayi bisa terlilit tali pusat, atau masuk ke panggul padahal belum waktunya.
  • Pinggul bayi belum sempurna. Organ bayi terbentuk dengan baik jika si ibu mengonsumsi nutrisi yang cukup. Jika tidak, organ akan tumbuh kurang sempurna dan menyulitkan persalinan.
  • Posisi plasenta. Jika plasenta si ibu terletak terlalu ke kanan atau bawah, bayi pun bisa berakhir sungsang. Posisi plasenta sendiri bisa bermasalah karena merokok dan aktivitas bahaya lainnya.
  • Sering duduk. Terlalu banyak duduk di kursi keras (bukan sofa) juga cenderung membuat bayi sungsang.
  • Stres. Ibu hamil yang banyak pikiran mengganggu hormon tubuh dan perubahan dalam rahim. Perubahan inilah yang mengganggu bayi, membuatnya cenderung bergerak ke sana-sini, mencari posisi yang paling nyaman. Tapi, karena gerakan ini pulalah bayi masuk ke bagian panggul dan tidak bisa bergerak lagi.

Cara Mengubah Posisi Sungsang
Tidak sedikit yang membuktikan bayi sungsang dapat lahir dengan normal (tanpa operasi) dan selamat. Namun, hal ini tidak menutup kenyataan ada risiko yang mungkin ditanggung, di antaranya: potensi cacat—karena proses penarikan selama persalinan, berat badan kurang—akibat gangguan rahim dan nutrisi, cedera, hingga komplikasi tali pusat. Itulah sebabnya dokter kerap menyarankan operasi Caesar untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan ini.

Lalu, tidak adakah cara memperbaiki posisi janin?

Pada masa kehamilan, biasakan banyak berjalan kaki dengan posisi badan tegak, setiap hari, selama 20 menit. Terapi ini baik dilakukan karena gerakan panggung ketika berjalan kaki mendorong ruang yang lebih besar pada panggul.

Cara berikutnya adalah berkomunikasi dengan si bayi, mengajaknya bicara, berkomunikasi seputar proses persalinan yang akan dilalui.

Cara lainnya adalah memperbanyak gerakan sujud. Bagi umat muslim, pastinya hal ini dapat dilakukan seraya menunaikan ibadah shalat. Sujud sendiri diketahui mengembangkan ruangan yang lebih luas pada panggul ibu, jadi bayi dapat menemukan posisi yang tepat.

Terakhir, dengan melakukan yoga hamil. Dikenal dengan nama prenatal yoga, terapi ini merileksasi pikiran ibu, menghilangkan panik, stres, atau banyak pikiran. Selain itu yoga hamil membantu tubuh ibu tetap prima—mengingat tubuh mengalami perubahan fisik yang signifikan—dan beradaptasi dengan situasi. Pesatnya produksi jumlah hormon tertentu, juga fisik ibu yang harus membawa beban hingga 9 bulan.

Yoga hamil juga membuat ibu berlatih pernapasan. Apa gunanya? Menurut Dian Sonnerstedt, instruktur yoga profesional, pernapasan yang teratur dapat mengurangi emosi berlebih pada ibu hamil. Meningkatkan kualitas dan jumlah oksigen yang masuk ke tubuh. Mengurangi rasa sakit saat kontrasi. Begitu pentingnya soal pernapasan ini, Dian sampai menegaskan, “Napas adalah sahabat terbaik saat melahirkan.”

Ingin menghindari atau mengatasi sungsang? Datang saja langsung ke RS Fatimah serang atau Klinik Fatimah Cilegon .Cek kesehatan kandungan anda secara berkala, konsultasikan pada dokter  spesialis kandungan

Info lebih lanjut

RS Fatimah di : Jl. Raya serang Cilegon Km.3,5 Kel. Drangong Kec. Taktakan , Kota Serang - Banten Kode pos 42162
No Telp : 087771906867

Klinik Fatimah Cilegon : Jl. Raya Cilegon KM.14 Ruko MONALISA Cibeber
Kota Cilegon 42426
No Telp : 0859-4607-7301 

Ikuti kami untuk info terbaru :

Facebook : facebook.com/ rsfatimahserang/ 

Instagram : instagram.com/ rsfatimahserang/   

Kategori: Blog
Tag: Hamil , Kandungan , Anak , Wanita , Bayi
Komentar pada artikel “BAYI SUNGSANG ?”

Got something to say?

Kirim Komentar