BANYAK PIKIRAN, WANITA BISA TAMBAH GEMUK !

BANYAK PIKIRAN, WANITA BISA TAMBAH GEMUK! 

Sebuah jajak pendapat yang diadakan di Amerika Serikat, Gallup, meminta 2.001 orang dewasa Amerika menjawab sejumlah pertanyaan. Dari survei yang dilakukan, sekitar 90 persen dari mereka melekatkan karakteristik “emosional” kepada sosok wanita. Dengan kata lain, sebagian besar partisipan survei  memandang wanita lebih rentan untuk emosional dibandingkan pria. 

Uniknya, anggapan ini seolah “disetujui” oleh fakta ilmiah. Saat bayi dan anak-anak, laki-laki dan perempuan sebenarnya menangis dalam frekuensi yang (rata-rata) sama. Namun, memasuki masa pubertas, perempuan mulai menangis lebih sering dibanding laki-laki. Dalam sebuah publikasi di New York Times pada tahun 2005, frekuensinya bahkan hingga empat kali lebih banyak. 

Pertanyaannya, kenapa demikian? Salah satu penjelasan yang dapat diberikan untuk kita hari ini adalah mengenai perilaku hormon prolaktin. Hormon ini “berkontribusi” untuk memicu seseorang menangis lebih sering pada beberapa orang, dan tidak pada beberapa yang lain. Prolaktin ada dalam darah dan air mata, dan eksistensinya lebih umum pada wanita dibandingkan pada pria. 

Saluran air mata perempuan juga berbentuk sedikit berbeda dari laki-laki, yang mana bisa jadi adalah sebab dari peningkatan atau intensitas menangis. Selain itu, orang yang mengalami depresi mungkin menangis empat kali lebih banyak daripada yang tidak. Sedangkan, menurut Psychology Today, dua dari tiga orang yang didiagnosa depresi adalah perempuan. 

Hubungan Emosi dan Berat Badan  

Walau terdengar tidak berkaitan, namun wanita yang melulu menderita stres berpotensi mengalami kenaikan berat badan. Kenapa bisa begitu?

Kortisol adalah hormon kortikosteroid yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dalam korteks adrenal Anda. Kortisol sendiri sebenarnya “berfungsi” meningkatkan tekanan darah dan gula darah, memecah lemak dan protein, bertindak sebagai diuretik hormon air (menyebabkan dehidrasi), secara fisik menggerogoti pusat-pusat kesenangan otak (produsen norepinefrin, epinefrin, serotonin, dan dopamine). Jadi, kortisol memang ada dan memang berbahaya bagi tubuh jika dibiarkan.

Selain itu, para peneliti Spanyol menemukan bahwa situasi stres mempengaruhi bagaimana tubuh memetabolisme lemak dan pada akhirnya berakhir dengan kolesterol buruk yang banyak. Para ahli telah mengatakan selama bertahun-tahun bahwa stres emosional terkait dengan risiko menderita penyakit kardiovaskular—sebagai akibat dari kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, diet yang tidak cocok atau memimpin gaya hidup, beberapa faktor lainnya. 

Bahkan, penelitian baru menunjukkan bahwa stres dapat memicu dislipidemia, gangguan yang mengubah kadar lemak dan lipoprotein dalam darah. Para peneliti di Virgen de la Victoria Hospital di Malaga dan Santiago de Compostela Universitas menganalisis hubungan antara stres kerja dan parameter yang berbeda terkait dengan bagaimana asam lemak dimetabolisme dalam tubuh. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Scandinavian Journal of Public Health”, dengan sampel lebih dari 90.000 pekerja menjalani medical check-up, berbicara.

“Para pekerja yang menyatakan bahwa mereka sempat mengalami kesulitan dalam berurusan dengan pekerjaan mereka selama 12 bulan sebelumnya (8,7 persen dari sampel) memiliki risiko lebih tinggi menderita dislipidemia,” Carlos Catalina, psikolog klinis berkata. 

Dislipidemia sendiri adalah gangguan yang mengubah kadar lemak dan lipoprotein dalam darah. Dengan kata lain, orang-orang yang menderita stres kerja lebih mungkin untuk menderita kolesterol jahat tingkat tinggi kolesterol jahat, dan lebih mungkin untuk mengembangkan penyumbatan pembuluh darah.

“Salah satu mekanisme yang bisa menjelaskan hubungan antara stres dan risiko kardiovaskular bisa menjadi perubahan profil lipid kami, yang berarti tingkat yang lebih tinggi akumulasi plak (menyebabkan pengerasan) dari arteri,” kata Dr. Catalina.

Stres diduga mengganggu kemampuan tubuh untuk membersihkan diri dari kelebihan kolesterol, atau mungkin memicu sejumlah proses inflamasi yang juga meningkatkan produksi kolesterol. Atau, stres juga dapat mendorong tubuh untuk menghasilkan lebih banyak energi dalam bentuk asam lemak dan glukosa.

Cara Wanita Mengatasi Stres

Tapi, apa penyebab wanita hari ini menderita stres lebih sering? 

Penelitian telah menunjukkan bahwa kebanyakan wanita lebih stres dari yang mereka pikir. Dalam perekonomian modern saat ini, di mana wanita menjadi lebih mungkin untuk lebih mandiri dan bahkan memulai bisnis mereka sendiri, pengusaha perempuan sering dihadapkan dengan beberapa tingkat stress. Seperti persoalan penitipan anak, keuangan rumah tangga, ketenangan pikiran, berbagi kewajiban keuangan dengan pasangan, dan hambatan lain seperti menciptakan lebih banyak stres bagi wanita yang sudah memiliki usaha.

Tanda-tandanya dapat berupa gangguan sulit tidur, sakit kepala, sembelit, diare, cepat marah, kurang energi, kurang konsentrasi, makan terlalu banyak, kemarahan, kesedihan, ketegangan, perut kram, kembung, depresi, masalah jantung, tekanan darah tinggi, sulit untuk hamil, diabetes, dan lain-lain.

Bagaimana mengatasinya? 

Satu, luangkan waktu untuk berolahraga yang mana gerakannya berfokus pada kesehatan otot dan pengambilan napas dalam. Ini membantu menghilangkan stres dan mengurangi berat badan. Kegiatan ini jelas lebih sehat daripada meminum pil yang penuh resiko kimiawi. 

Dua, miliki waktu personal. Sebagai wanita, kita cenderung “cenderung dan berteman”, untuk fokus pada kebutuhan orang lain di sekitar kita, bukan masalah langsung kita. Di malam hari, jadwalkan waktu untuk mandi dan rileksasi. Pada lain waktu, lakukan kegiatan yang menyenangkan hati Anda, seperti membaca buku, menjahit, atau menonton kartun yang humoris. Kenapa tidak? 

Ketiga, perawatan diri. Jika kita terus-menerus mengurus orang lain, kelak orang lain pun tidak terurus karena kita makin tidak terurus. Dapatkan nutrisi yang tepat, tidur, dan berolahraga secara teratur (atau setidaknya, ketika Anda bisa) akan membuat semua perbedaan pada tingkat energi Anda, kesehatan secara keseluruhan, dan ketajaman, bahkan mental!

Keempat, bicara dengan teman Anda. Redakan masalah dan tensi dengan mengeluarkan unek-unek Anda pada teman. Lihat bagaimana nasihat dari orang lain “terdengar ajaib,” seolah-olah kita belum pernah mengetahuinya. Manusia memang butuh second opinion. 

Kelima, menangis. Jika memang sudah tidak tahan, kenapa Anda tidak menangis? Kadang-kadang, menangis sejadi-jadinya adalah semua yang diperlukan untuk menyingkirkan apa pun ganjalan di hati. Secara emosional, diri kita akan jadi lebih lapang dengan melakukannya.

Tapi, jangan selalu menangis untuk alasan-alasan yang belaka emosional. Anda akan kehilangan kejernihan berpikir dan menjadi “tidak masuk akal” dalam menyelesaikan masalah. 

Wanita, sejatinya, selalu bisa untuk mengendalikan perasaannya. Yang Anda butuhkan adalah berlatih dan pembiasaan. Pandangan yang umum ada tentang wanita adalah pandangan yang dihasilkan oleh banyak orang karena melihat banyaknya kejadian, yang mengajak mereka pada kesimpulan itu. Bagaimanapun, jika Anda simak dari survey Gallup, katakanlah, ada 10 persen yang tidak berpendapat wanita bukanlah makhluk yang emosional. Artinya, ada wanita di luar sana yang mampu menunjukkan dirinya mampu mengendalikan diri dan bersikap tenang saat menghadapi masalah. Apakah Anda salah satunya?

 
Kategori: Blog
Tag: Life Style , Wanita
Komentar pada artikel “BANYAK PIKIRAN, WANITA BISA TAMBAH GEMUK ! ”

Got something to say?

Kirim Komentar