Panduan Mpasi 6 Bulan Yang Sehat Untuk Bayi

Panduan Mpasi 6 Bulan Yang Sehat Untuk Bayi

Di zaman ini, kita masih menjumpai sebagian ibu memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada anak di bawah usia 6 bulan. Alasannya pun bermacam-macam. Di antaranya, ingin berat badan anaknya cepat naik, seperti anak si ibu ini atau si ibu itu. ASI dirasa tidak cukup, makanya ditambah MPASI. Padahal, tindakan semacam bisa mengancam kesehatan, bahkan nyawa si bayi.

Bahaya MPASI di Bawah 6 Bulan

Walau sudah berkali-kali diperingatkan, masih banyak kaum ibu yang tidak paham kenapa bayi kurang 6 bulan tidak boleh diberi MPASI.

Satu, bayi bisa terkena sembelit—buang air besar (BAB) kurang dari tiga kali seminggu. Hal ini terjadi karena enzim pencernaan bayi masih jauh dari sempurna. Akibatnya, bila perutnya dicekoki MPASI, makanan yang masuk akan menumpuk dan berubah jadi limbah.

Dua, infeksi. Di bawah 6 bulan, mikroorganisme mudah masuk dan menimbulkan infeksi di dalam perut bayi. Ini disebabkan kondisi usus bayi belum tertutup, tapi masih terbuka.Oleh karena itu, tidak boleh ada makanan masuk dalam perut bayi selain ASI. Selain memberi nutrisi yang pas, ASI mengandung antibodi yang menambah kekebalan organ pencernaan bayi. Usus bayi akan tertutup dengan sendirinya di atas 6 bulan. Barulah saat itu, kita bisa memberikan MPASI yang sesuai.

Tiga, gampang sakit. Bayi kurang dari 6 tahun pastinya belum punya imun tubuh yang baik, mengakibatkan dirinya mudah sakit. Memberikan MPASI di rentang usia tersebut sama saja dengan meningkatkan risiko serangan penyakit pada bayi.

Empat, obesitas. Gemuk bukan berarti sehat, sebab bisa jadi gemuk terjadi karena penumpukan lemak. Anehnya, sebagian ibu menganggap bayi gemuk sebagai tanda kesehatan. Padahal, bayi bisa dikatakan sehat walau badannya tidak gemuk. Bisa dikatakan sakit walau badannya gemuk. MPASI yang diberikan sebelum waktunya memicu gagalnya tubuh bayi mencerna makanan. Alhasil, lemak menumpuk dan mengancam kesehatan bayi.

Lima, pembuluh darah tersumbat oleh plak, yang disebabkan penumpukan kolesterol berlebih.

Masih banyak lagi risiko yang diderita bayi ketika MPASI diberikan sebelum 6 bulan, seperti: diare, hipertensi, demam, perut kembung, masuk angin, nafsu makan menurun, gangguan tidur, sampai sindrom kematian mendadak.

Tanda-Tanda Bayi Siap MPASI

Kita tidak bisa menyamakan pertumbuhan setiap bayi, karena mereka memang unik, satu dengan yang lain. Walau demikian, kita bisa mengamati tanda-tanda umum kapan bayi bisa mulai menerima MPASI. Di antaranya mulai mengambil makanan dan memasukkan ke mulut. Ini menunjukkan bayi telah mampu mengoordinasikan pengelihatan, mulut, dan tangannya. Tanda lainnya berupa ketertarikan pada makanan yang dikonsumsi orang dewasa, kemampuan menelan makanan sendiri, dan duduk dengan posisi kepala tersangga tubuh.

Yang perlu diingat, pemberian MPASI tidak boleh gegabah dan tergesa-gesa. Lakukan dengan bertahap dan cermat.

  1. Saat anggota keluarga berkumpul untuk makan bersama, ajak bayi Anda. Tujuannya agar ia bisa melihat dan mencontoh bagaimana caranya menyantap hidangan. Sediakan kursi makan khusus bayi yang dilengkapi sabuk pengaman.
  2. Jangan langsung banyak. Berikan MPASI, pertama kali, dalam jumlah sedikit. Porsinya beberapa sendok teh saja. Tidak harus tiga kali sehari. Porsi kecil tapi sering lebih baik dibandingkan porsi banyak tapi sekali. Berikan waktu pada bayi untuk mengenali dan beradaptasi pada makanan padat. Variasikan menu agar bayi tidak bosan dan nutrisinya lengkap.
  3. Jangan disuapi terus. Biarkan bayi untuk menyendok makanannya sendiri. Agar tidak tersedak, temani ia saat makan dan jangan letakkan bayi di kursi yang bergoyang-goyang.
  4. Buat suasana semenyenangkan mungkin. Contohnya, dengan memberikan perlengkapan makan yang berwarna-warni. Biarkan si kecil mengeksplorasi makanan, alias mengaduk-aduknya. Fase ini penting untuk pertumbuhannya.
  5. Jauhi penyedap rasa. Lidah memiliki ingatan rasa. Jika sejak dini bayi diperkenalkan dengan makanan ber-MSG, bayi akan sulit menyukai makanan yang tidak mengandung MSG.

Menu MPASI 6 Bulan hingga 1 Tahun


  • MPASI 6 bulan. Haluskan pisang, kentang, alpukat, apel, atau melon. Bubur, nasi, roti juga boleh. Begitu juga ikan, daging ayam, ikan, atau telur—dengan catatan bila bayi sudah terbiasa dengan sayur dan buah.
  • MPASI 8-9 bulan. Masak buncis, wortel, atau kentang hingga lunak dan sajikan dengan finger foods—dipotong-potong seukuran jari orang dewasa.
  • MPASI 12 bulan atau setahun. Berikan tiga hingga empat porsi nasi, roti, atau kentang; tiga hingga empat porsi buah potong atau sayur; dua porsi telur, daging, atau ikan.

Catatan tambahan untuk MPASI bayi di bawah 1 tahun:

  • Hindari memberikan terlalu banyak jus karena bisa memicu diare. Kandungan serat dan nutrisi jus tidak lebih tinggi dibanding buah yang dipotong atau dihaluskan.
  • Jauhkan pula dari susu sapi karena dapat memicu risiko kehilangan zat besi. Begitu juga madu yang keracunan bakteri clostridium botulinum, yang mana sistem saraf seperti otak dan tulang belakang.
  • Jangan berikan makanan berukuran kecil, seperti biji-bijian, agar bayi terhindar dari kemungkinan tersedak. Jangan pula memberikan makanan instan atau cepat saji.
 
Kategori: Blog
Tag: Asi , Bunda , Ibu , Bayi
Komentar pada artikel “Panduan Mpasi 6 Bulan Yang Sehat Untuk Bayi”

Got something to say?

Kirim Komentar