Kena Asam Urat, Jangan Sampai Melakukan Empat Hal ini

Kena Asam Urat, Jangan Sampai Melakukan Empat Hal ini

Asam urat (gout) merupakan jenis gangguan berupa rasa nyeri tidakk tertahankan, pembengkakan, serta panas di persendian. Semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering ialah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Penyakit ini terjadi pada sekitar 1 dari 200 orang dewasa. Meski tidak memandang usia dan jenis kelamin, tetapi pria lebih mungkin mengalaminya daripada wanita. Laki-laki, terutama yang berusia di atas 30 tahun, lebih rentan terserang asam urat. Sedangkan pada perempuan, umumnya terjadi setelah menopause.

Di negara kita, masyarakat sering salah menyamakan penyakit asam urat dengan rematik. Padahal rematik adalah istilah umum untuk menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan. Adapun asam urat hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Dengan mengetahui gejala dan penyebab asam urat, kita dapat memahami lebih lanjut cara menangani penyakit ini.

Image: Dr P Marazzi/Photo Researchers, Inc. 

Gejala yang Perlu Diperhatikan
Biasanya penderita asam urat akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. Kemudian timbul rasa sakit selama 3-10 hari. Perlahan terjadi pembengkakan di sendi dan daerah sekitarnya disertai warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita sudah tidak mampu bergerak secara leluasa karena kadar asam urat sudah naik di dalam darah.

Tahap selanjutnya, kadar asam urat yang terlalu tinggi akan membentuk kristal-kristal, biasanya terjadi pada bagian jari kaki. Selang beberapa waktu kemudian, gejala asam urat lainnya akan muncul dengan intensitas dan frekuensi yang semakin sering.

Bila terus dibiarkan, kristal-kristal asam urat yang terbentuk tidak hanya menyerang satu sendi saja. Bahkan dalam tahap ini akan muncul gumpalan-gumpalan zat asam urat di bawah kulit. Kondisi tersebut menyebabkan rasa nyeri yang lebih parah dan dapat merusak tulang-tulang rawan. Apabila gejala-gejala asam urat telah muncul, segeralah temui dokter. Jangan biarkan perkembangannya sampai merusak tulang rawan.

Dalam beberapa kasus, asam urat yang tidak segera ditangani berisiko mengalami komplikasi. Misalnya muncul benjolan keras (tofi) di sekitar area yang mengalami radang, kerusakan sendi permanen sehingga merusak tulang rawan dan tulang sendi itu sendiri, serta batu ginjal akibat pengendapan asam urat yang bercampur dengan kalsium di dalam ginjal.

Sumber Gambar :https://jamanetwork.com/data/Journals/JAMA/28295/m_jpg120035fa.png 

Apa Penyebab Penyakit ini?

Rasa nyeri dan pembengkakan pada sendi umumnya disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat. Zat asam urat tersebut meningkat seiring pola konsumsi yang tidak sehat. Di antaranya sering menyantap jeroan, hidangan laut, daging merah, serta mengonsumsi minuman beralkohol.

Selain itu, penyakit ini juga rawan dialami oleh para penderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik. Bahkan menurut penelitian, seseorang yang memiliki keluarga penderita penyakit asam urat juga dapat terkena kondisi yang sama. Dengan kata lain, asam urat juga bersifat genetik. Penanganan asam urat memiliki dua sasaran utama, yaitu meringankan gejala rasa sakitnya dan mencegah kambuhnya penyakit tersebut.

Untuk meringankan gejala penyakit asam urat, tempelkanlah kantong es pada bagian sendi yang terasa sakit. Bisa juga dengan mengonsumsi obat pereda rasa sakit, di antaranya:

  • Non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs) untuk mengobati serangan asam urat mendadak dan parah. Contoh obat asam urat jenis ini yaitu ibuprofen, naproxen, diclofenac, dan etoricoxib.
  • Steroid dapat digunakan sebagai obat alternatif selain NSAID. Obat jenis ini tersedia dalam bentuk oral maupun suntikan yang dapat langsung dimasukkan ke persendian. Misalnya, prednison dan methylprednisone.
  • Colchicine, untuk membantu mengurangi risiko kekambuhan. Dokter akan meresepkan obat asam urat ini, bila NSAID tidak cocok bagi penderita. Namun dalam beberapa kasus, efek samping obat ini dapat mengakibatkan diare, mual, hingga kram perut.
  • Obat yang mengontrol tingkat asam urat dalam darah seperti allopurinol, probenesid, dan febuxostat.
Sedangkan untuk mencegah serangan asam urat terulang kembali, cobalah mengonsumsi obat penurun kadar asam urat, semisal allopurinol. Di samping itu, berusahalah menjauhi makanan-makanan pemicu penyakit asam urat dan segera turunkan berat badan. Utamakan menyantap makanan rendah kalori untuk mendukung upaya mendapatkan berat badan ideal.

Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat terbukti ampuh untuk menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal tajam yang telah terbentuk. Biasanya ketika pertama kali memeriksa, dokter akan melakukan tes tertentu. Agar penanganannya optimal, berilah keterangan yang jelas mengenai lokasi sendi yang terasa sakit, seberapa sering dan seberapa cepat gejala asam urat muncul, obat-obatan tertentu yang sedang dikonsumsi, serta riwayat penyakit asam urat di keluarga.

Kemudian dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan, yaitu:

  1. Tes cairan sendi. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil cairan sendi yang bengkak menggunakan jarum suntik.
  2. Tes darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah jumlah asam uratnya tinggi atau tidak di dalam darah.
  3. Tes urin. Selain melakukan tes darah, zat penyebab asam urat akan dilihat kadarnya di dalam urin. Bila jumlahnya tidak normal, pasien sangat mungkin mengalami asam urat.
  4. Rontgen dengan sinar-X. Penderita asam urat perlu melakukan rontgen untuk melihat lebih jauh penyebab peradangan yang terjadi pada sendi.
  5. CT-scan. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi di mana lokasi tumpukan kristal berada, meskipun tidak menimbulkan gejala.

Waspada Empat Pantangan

Tidak hanya bagi penderita, laki-laki maupun perempuan yang sudah tak lagi muda hendaknya memperhatikan pola hidup dan makanan apa yang dikonsumsinya. Hal ini tentu saja bermanfaat untuk menghindari munculnya zat-zat penyebab asam urat. Bagi penderita, pola hidup yang sehat akan mengurangi rasa sakit dan mencegah kambuhnya nyeri pada sendi. Lalu apa saja pantangan bagi mereka yang ingin menjauhi asam urat?

1. Mengonsumsi makanan tinggi purin

Purin merupakan zat utama yang berisiko meningkatkan kadar asam urat. Zat ini sebenarnya bisa ditemukan pada berbagai makanan. Tapi yang paling utama adalah jeroan, kaldu daging, sosis, bebek, dan berbagai jenis seafood. Sementara itu, makanan yang harus dibatasi ialah:

  • Daging dan ayam yang hanya boleh 50 gram per hari.
  • Kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tanah yang boleh dikonsumsi sebanyak 25 gram dalam satu hari.
  • Beberapa macam sayuran, seperti bayam, kangkung, buncis, kembang kol, daun serta biji melinjo yang masing-masing hanya boleh dimakan sebanyak 100 gram per hari.

Meski begitu, tetap ada makanan yang aman untuk dikonsumsi, bahkan dianjurkan. Misalnya makanan yang rendah lemak serta buah-buahan yang mengandung vitamin C dan kalium, seperti apel dan pisang.

2. Tidak mengatur pola makan dengan baik

Pantangan asam urat lain yang harus diperhatikan adalah mengelola dan mengatur pola makan dengan baik. Tak hanya melakukan diet rendah purin, namun berusahalah menghindari makanan yang mengandung lemak dan gula yang  tinggi. Selain buruk bagi kesehatan, makanan tersebut membuat timbangan berat badan mudah melonjak sehingga berisiko tinggi menyebabkan asam urat.

3. Tidak minum air yang cukup

Jarang minum air adalah pantangan asam urat yang tidak boleh diabaikan. Jagalah tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik dengan minum air yang cukup. Usahakan untuk lebih banyak minum air mineral daripada air yang memiliki rasa manis.

4. Tidak melakukan olahraga dengan rutin

Banyak berdiam diri di rumah atau bermalas-malasan di dalam kamar dapat meningkatkan risiko asam urat. Biasakanlah untuk berolahraga rutin sehingga berat badan tetap ideal. Semakin bertambah berat badan akibat malas bergerak, maka semakin sering asam urat menyerang.

 
Kategori: Blog
Tag: Asam Urat , Penyakit Dalam
Komentar pada artikel “Kena Asam Urat, Jangan Sampai Melakukan Empat Hal ini”

Got something to say?

Kirim Komentar