6 HAL INI DAPAT MENIMBULKAN KISTA PADA WANITA MUDA

6 HAL INI DAPAT MENIMBULKAN KISTA PADA WANITA MUDA

Kista masih menjadi momok menakutkan bagi wanita, terutama mereka yang masih muda atau berada pada usia produktif. Kekhawatiran terbesarnya tentu saja adanya kemungkinan penyakit ini memburuk menjadi kanker rahim dan tidak akan bisa memiliki anak.

Namun yang perlu diketahui, sebenarnya kista tidak hanya menyerang sistem reproduksi wanita. Penyakit ini dapat menyerang anggota tubuh yang lain. Meski begitu, bukan berarti kista tidak bisa dicegah atau ditangani. Kenalilah lebih dalam segala hal mengenai kista, agar wanita lebih mampu menjaga diri.

Umumnya, kista merupakan tumor jinak berbentuk benjolan yang terbungkus selaput jaringan. Benjolan tersebut berisi cairan kental (kistik) berupa nanah, cairan biasa, bahkan sekadar udara.

Kista dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun. Kista yang berada di dalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium. Kista juga bisa tumbuh di daerah vagina, antara lain di area inklusi, ductus gartner, dan adenosis. Bahkan kista dapat muncul pada daerah vulva, tepatnya pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea, serta inklusi epidermal.

Wanita yang terkena kista biasanya kerap mengeluh nyeri pada perut bagian bawah menjelang atau saat keadaan haid. Sebagian penderita bahkan sampai pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit. Dalam beberapa kasus, nyeri perut juga disertai mual dan muntah.

Di samping itu, terjadi perubahan pola haid. Haid kadang sangat banyak atau justru terlalu sedikit. Pada tingkat lanjut, muncul benjolan di daerah perut. Jaringan kista tersebut terus membesar, menekan kandung kemih sehingga penderita semakin sering buang air besar atau kecil.

RAGAM GANGGUAN KISTA

Meski kista dapat diangkat melalui jalan operasi, tetapi penyakit ini masih menimbulkan berbagai macam resiko pada gangguan reproduksi wanita, di antaranya:

1. Torsi Ovarium

Kista pada wanita di usia produktif harus segera ditangani untuk mencegah terjadinya torsi ovarium. Yakni pergeseran ovarium karena kista semakin membesar. Akibatnya aliran darah menuju ovarium terhenti, sehingga terjadi disfungsi ovarium atau dengan kata lain rahim penderita rusak.

2. Kista Pecah

Cairan pada benjolan kista sewaktu-waktu dapat pecah. Kemudian cairan itu menyebar ke berbagai organ tubuh, termasuk organ resproduksi. Kista yang pecah ditandai dengan adanya bercak darah disertai rasa sakit yang sangat hebat. Jika tidak segera ditangani, bisa terjadi infeksi hingga mengancam jiwa.

3. Komplikasi Kehamilan

Sebagian besar penderita awalnya tidak mengetahui jika ternyata mengalami kista. Karena ketika kista tumbuh, tidak ada gejala apa pun yang terlihat. Wanita baru menyadarinya saat sudah dilakukan USG kehamilan. Apabila kista berukuran kecil, benjolan kista akan hilang sendiri ketika wanita itu hamil. Namun jika ukurannya sangat besar, kista bisa mengganggu kehamilan dan mengakibatkan keguguran.

4. Kanker Ovarium

Banyak kasus menunjukkan bahwa kista yang tidak segera diangkat akan menyebabkan kanker ovarium. Bahkan sel kanker dapat menyebar dengan cepat. Resiko ini dapat terjadi pada wanita  yang sudah menikah maupun yang masih gadis.

penyebab gejala

 

PENYEBAB DAN CARA MENANGANI

Apa saja yang menyebabkan kista?

1. Terlalu Muda Saat Mendapatkan Menstruasi

Wanita yang mengalami menstruasi pertama dalam usia sangat muda atau rata-rata kurang dari sebelas tahun beresiko mengembangkan kista folikel (kantong telur). Hal ini bisa terjadi karena kegagalan folikel (kantong telur) berovulasi. Dalam siklus reproduksi wanita normal, satu folikel dalam indung telur akan berovulasi setiap bulan. Folikel yang telah kehilangan sel telur akan mengalami degenerasi dan hilang diserap oleh tubuh. Namun dalam waktu tertentu, folikel gagal dikeluarkan sehingga tidak mampu berovulasi. Kantong telur yang gagal berovulasi inilah yang tumbuh menjadi kista. Kegagalan folikel berovulasi juga bisa terjadi pada wanita yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur.

2. Hormon Tidak Seimbang

Hormon kesuburan yang tidak teratur akan menyebabkan pertumbuhan kista. Kondisi ini paling sering terjadi jika wanita mengalami stress yang tinggi, sehingga kadar estrogen meningkat. Kadar estrogen yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan masalah kelenjar limfa, usus, ginjal dan organ lain.

Di waktu bersamaan, apabila seorang wanita tidak memiliki progesteron yang memadai, maka folikel yang seharusnya melekatkan sel telur tidak dapat bekerja. Folikel akan berkembang terus dalam jangka waktu tertentu hingga membentuk kista.

Tingginya kadar estrogen juga bisa dipengaruhi oleh konsumsi lemak berlebih, olahraga yang berat, atau pemakaian kontrasepsi dan obat kesuburan.

3. Pola Makan Buruk

Pola makan buruk seperti konsumsi lemak yang berlebihan bisa mendorong produksi kadar estrogen sehingga menyebabkan pembentukan kista. Selain itu, tubuh  yang kekurangan vitamin dan mineral juga turut menyebabkan masalah gangguan ovulasi yang mendukung tumbuhnya kista. Biasakanlah mengatur pola makan dan pola hidup yang sehat.

4. Obesitas

Obesitas terutama di sekitar panggul beresiko menyebabkan kista. Hal ini terjadi karena jaringan lemak yang tumbuh di bagian perut dan sekitarnya mengakibatkan berbagai masalah, misalnya ketidakseimbangan hormon, kemampuan ovulasi yang sangat kecil, dan produksi folikel yang banyak tetapi tidak bisa melepaskan sel telur.

5. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme merupakan kondisi tubuh yang tidak lagi memproduksi tiroksin. Masalah ini biasanya disebabkan karena wanita mengalami tekanan yang sangat berat sehingga lebih mudah marah, tidak bisa berpikir cepat, dan metabolisme yang sangat lambat sehingga tubuh menjadi gemuk. Kelainan Hipotiroidisme akan mendorong tumbuhnya kista karena produksi hormon berjalan lambat, bahkan ovarium bisa sama sekali tidak memproduksi sel telur.

6. Endometriosis

Adapun Endometriosis adalah kondisi ketika rahim membentuk lapisan berupa jaringan yang tumbuh di bagian dalam rahim. Jaringan tersebut akan mendorong terbentuknya kista. Kelainan ini biasanya akan menyebabkan masalah setiap siklus menstruasi tiba, karena mengakibatkan rasa nyeri dan pendarahan yang lebih banyak.


Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Cara paling cepat dan aman menangani kista tentu saja mengambil jalan operasi untuk mengangkat benjolannya. Namun, sampai hal tersebut dilakukan, wanita tetap kerap merasakan nyeri yang luar biasa. Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa tips yang bisa dicoba, antara lain:

1. Kompres Air Hangat

Tempelkan kompresan air hangat pada area panggul untuk mengurasi rasa sakit akibat kista. Bisa  juga menggunakan handuk yang sudah dicelup ke dalam air panas. Tapi jangan lakukan terapi ini ketika baru saja minum obat apa pun.

2. Asupan Makanan yang Tepat

Saat mengalami kista, pilihlah jenis makanan yang bersifat diuretik untuk mengatasi rasa sakit pada bagian panggul. Contohnya tomat, mentimun, selada, wortel, brokoli dan teh hangat. Hindari makan makanan pedas, banyak mengandung rempah-rempah, serta semua jenis minuman berkafein, daging berlemak, dan susu.

3. Jangan Menahan Buang Air Kecil

Ketika panggul terasa nyeri, jangan pernah sekalipun menahan buang air kecil. Tindakan itu hanya akan semakin menekan panggul sehingga kista menjadi lebih parah. Lebih baik segeralah buang air kecil dan sesering mungkin mengosongkan kandung kemih agar tidak menekan kista.

4. Pilih Pakaian yang Nyaman

Jangan pernah memakai pakaian yang terlalu ketat dan tidak nyaman di badan. Pakaian yang ketat dapat menyebabkan tekanan yang parah pada bagian pinggul, kista pun menjadi lebih buruk. Gunakan pakaian yang longgar dengan bahan katun untuk bagian bawah. Hindari memakai celana jeans yang terlalu ketat. 

Kategori: Blog
Tag: Wanita , Kista , Ibu
Komentar pada artikel “6 HAL INI DAPAT MENIMBULKAN KISTA PADA WANITA MUDA”

Got something to say?

Kirim Komentar